Kenapa Kita Makin Terhubung, Tapi Makin Jarang Benar-Benar Bicara
Kenapa Kita Makin Terhubung, Tapi Makin Jarang Benar-Benar Bicara
Kemarin saya duduk di sebuah kafe dan melihat satu keluarga di meja sebelah.
Ayah melihat ponsel.
Ibu melihat ponsel.
Anaknya juga melihat ponsel.
Mereka duduk bersama hampir satu jam, tapi saya hampir tidak melihat mereka berbicara.
Lalu saya sadar, saya juga sedang memegang ponsel.
Mungkin ini bukan masalah keluarga itu.
Ini masalah kita semua.
Indonesia adalah negara yang sangat aktif di media sosial. Kita bisa tahu apa yang sedang dilakukan teman yang tinggal ribuan kilometer dari kita.
Tapi kadang kita tidak tahu bagaimana keadaan orang yang tidur di kamar sebelah.
Kita mengucapkan selamat ulang tahun lewat Instagram.
Kita mengirim emoji ketika seseorang sedih.
Kita tertawa bersama lewat video TikTok.
Semua itu tidak salah.
Saya juga melakukannya.
Tapi saya kadang rindu percakapan yang tidak terganggu oleh notifikasi.
Duduk bersama teman sambil minum kopi tanpa seseorang mengambil ponsel setiap dua menit.
Makan malam bersama keluarga dan benar-benar mendengar cerita mereka.
Mungkin teknologi tidak membuat kita jauh.
Mungkin kita sendiri yang perlahan lupa bagaimana caranya menjadi dekat.
Saya tidak ingin berhenti menggunakan media sosial.
Saya hanya tidak ingin suatu hari memiliki ribuan teman online tetapi tidak punya siapa pun untuk diajak bicara ketika saya benar-benar membutuhkannya.
AI-generated translation may contain errors.
Translate story
Choose the language in which you want to read this story.
Liked by
No likes yet.
Comments 0
Report this story
Please log in to report this story.
No comments yet. Start the conversation.